Rabu, 28 Oktober 2015

Crimea, Negeri Islam yang Hilang

Crimea, Negeri Islam yang Hilang

Dahulu, Crimea adalah salah satu wilayah Turki Utsmani, tepatnya berada di bagian utara. Islam masuk ke Crimea pada paruh pertama abad ke-10 Masehi.

Kebanyakan penduduknya kala itu keturunan Turki yang kemudian lebih kesohor dengan ebutan bangsa Tatar. Nama Crimea sendiri berasal dari bahasa Tatar Al-Qirm yang bermakna 'benteng' - Cara Daftar Paket Nelpon IM3 ».

Kini, wilayah yang disebut Crimea tersebut meliputi Semenanjung Crimea, ditambah sejumlah wilayah Rusia yang mengelilingi Laut Azoz, dan beberapa wilayah di sebelah utara semenanjung yang kini termasuk wilayah Ukraina.

Crimea menyimpan sejarah seputar kejayaan peradaban Islam masa lalu. Namun seiring waktu, negeri Islam yang pernah bersinar itu perlahan redup bersamaan dengan melemahnya Turki Utsmani.

Pada tahun 1774, Turki Utsmani melepas wilayah Crimea berdasarkan perjanjian Kojak Qanarjh. Sejak itu kendali atas wilayah Semenanjung Crimea berada di bawah kekuasaan Rusia.

Di bawah Rusia, Harga Sepeda Polygon » Keberadaan penduduk Crimea yang mayoritas Muslim pun kian berkurang terutama saat berada di bawah kekuasaan Uni Soviet. Pada tahun 1944, Muslim Tatar diusir secara paksa dari wilayahnya. Masjid-masjid pun dihancurkan. Dari sekitar 1.800 masjid yang ada di sana, tersisa hanya sekitar 20-30 masjid.

Tahun 1964 Uni Soviet memutuskan untuk menggabungkan Crimea ke Ukraina. Sejak saat itulah, nasib kaum Muslim Tatar perlahan berubah. Terlebih ketika Ukraina merdeka pada tahun 1991, Crimea pun resmi menjadi salah satu cara cek bonus xl wilayahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar